Gelora Politik Revolusioner Pembangunan di Era Bung Karno



Fase pertama pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1959) diwarnai semangat revolusioner, serta dipenuhi kemelut politik dan keamanan. Belum genap setahun menganut sistem presidensial sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, pemerintahan Bung Karno tergelincir ke sistem semi parlementer. Pemerintahan parlementer pertama dan kedua dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir. Pemerintahan syahrir dilanjutkan oleh PM Muhammad Hatta yang merangkap Wakil Presiden.
Kepemimpinan Bung Karno terus menerus berada di bawah tekanan militer Belanda yang ingin mengembalikan penjajahannya, pemberontakan-pemberontakan bersenjata, dan persaingan di antara partai-partai politik. Sementara pemerintahan parlementer jatuh-bangun. Perekonomian terbengkalai lantaran berlarut-larutnya kemelut politik.
Ironisnya, meskipun menerima sistem parlementer, Bung Karno membiarkan pemerintahan berjalan tanpa parlemen yang dihasilkan oleh pemilihan umum. Semua anggota DPR (DPGR) dan MPR (MPRS) diangkat oleh presiden dari partai-partai politik yang dibentuk berdasarkan Maklumat Wakil Presiden, tahun 1945.
Demi kebutuhan membentuk Badan Konstituante untuk menyusun konstitusi baru menggantikan UUD 1945, Bung Karno menyetujui penyelenggaraan Pemilu tahun 1955, pemilu pertama dan satu-satunya Pemilu selama pemerintahan Bung Karno. Pemilu tersebut menghasilkan empat besar partai pemenang yakni PNI, Masjumi, NU dan PKI.
Usai Pemilu, Badan Konstituante yang disusun berdasarkan hasil Pemilu, mulai bersidang untuk menyusun UUD baru. Namun sidang-sidang secara maraton selama lima tahun gagal mencapai kesepakatan untuk menetapkan sebuah UUD yang baru.
Menyadari bahwa negara berada di ambang perpecahan, Bung Karno dengan dukungan Angkatan Darat, mengumumkan dekrit 5 Juli 1959. Isinya; membubarkan Badan Konstituante dan kembali ke UUD 1945. Sejak 1959 sampai 1966, Bung Karno memerintah dengan dekrit, menafikan Pemilu dan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup.
Pemerintahan parlementer yang berpegang pada UUD Sementara, juga jatuh dan bangun oleh mosi tidak percaya. Akibatnya, kondisi ekonomi morat-marit. Sementara itu, para pemimpin Masjumi dan PSI terlibat dalam pemberontakan PRRI/Permesta. Kemudian, Bung Karno membubarkan kedua partai tersebut.
Pada fase kedua kepemimpinannya, 1959-1967, Bung Karno menerapkan demokrasi terpimpin. Semua anggota DPRGR dan MPRS diangkat untuk mendukung program pemerintahannya yang lebih fokus pada bidang politik. Bung Karno berusaha keras menggiring partai-partai politik ke dalam ideologisasi NASAKOM—Nasional, Agama dan Komunis. Tiga pilar utama partai politik yang mewakili NASAKOM adalah PNI, NU dan PKI. Bung Karno menggelorakan Manifesto Politik USDEK. Dia menggalang dukungan dari semua kekuatan NASAKOM.
Namun di tengah tingginya persaingan politik Nasakom itu, pada tahun 1963, bangsa ini berhasil membebaskan Irian Barat dari cengkraman Belanda. Saat itu yang menjadi Panglima Komando Mandala adalah Mayjen Soeharto.
Tahun 1964-965, Bung Karno kembali menggelorakan semangat revolusioner bangsanya ke dalam peperangan (konfrontasi) melawan Federasi Malaysia yang didukung Inggris.
Sementara, dalam kondisi itu, tersiar kabar tentang sakitnya Bung Karno. Situasi semakin runyam tatkala PKI melancarkan Gerakan 30 September 1965 atau yang sering disebut G30SPKI. Tragedi pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut menimbulkan situasi chaos di seluruh negeri. Kondisi politik dan keamanan pun hampir tak terkendali lagi.
Menyadari kondisi tersebut, Bung Karno mengeluarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 kepada Jenderal Soeharto. Ia mengangkat Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) yang bertugas mengembalikan keamanan dan ketertiban. Langkah penertiban pertama yang dilakukan Pak Harto sejalan dengan tuntutan rakyat ketika itu  membubarkan PKI.
Bung Karno, setelah tragedi berdarah tersebut dimintai pertanggungjawaban di dalam sidang istimewa MPRS tahun 1967. Pidato pertanggungjawaban Bung Karno ditolak. Kemudian Pak Harto diangkat selaku Pejabat Presiden. Pak Harto dikukuhkan oleh MPRS menjadi Presiden RI yang Kedua pada Maret 1968.
Sementara itu pembangunan ekonomi selama 22 tahun Indonesia merdeka, praktis dikesampingkan. Kalaupun ada, pembangunan ekonomi dilaksanakan secara sporadis, tanpa panduan APBN. Pembangunan dilakukan hanya dengan mengandalkan dana pampasan perang Jepang.
Dari dana pampasan perang itu, Bung Karno membiayai pembangunan fisik, antara lain, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, Gedung Sarinah, Stadion Senayan, Bendungan Jatiluhur, Hotel Samudra Beach, Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Bali Beach dan Sanur Beach di Bali.
Bung Karno juga memulai membangun Gedung MPR/DPR, Tugu Monas dan Masjid Agung Istiqlal yang kemudian dirampungkan dalam era pemerintahan Pak Harto. Emas murni di pucuk Monas pun yang tadinya disebut 35 kg ternyata hanya 3 kg, kemudian disempurnakan pada era pemerintahan Orde Baru.



komentar : menurut saya , seorang presiden seperti bung karno adalah pemimpin yang mempunyai rasa pertanggungjawaban yang tinggi , bung karno tidak peduli dengan diri nya yang beliau pedulikan hanyalah negara indonesia ini dan rakyat nya. Beliau terus menggelorakan revolusioner dalam perjuangan membuat negara indonesia merdeka dari belanda dan jepang yang ingin membuat negara indonesia hancur terpecah belah dan sampai akhirnya masalah itu pun terselesaikan satu persatu walaupun masalah ekonomi sempat dikesampingkan tetapi sekarang dari hasil dana pampasan perang bung karno dapat membiayai pembangunan fisik dinegara ini seperti hotel indonesia, jembatan semanggi, stadion senayan dll. Saya berharap negara indonesia dapat memiliki seorang pemimpin yang seperti bung karno walaupun sekarang beliau sudah tidak ada tetapi rasa  gelora revolusioner nya masih terasa di negara indonesia karena perjuangannya. Gedung-gedung yang dibuat oleh bung karno sampai saat ini seharusnya pemerintah berusaha untuk lebih peduli membenahi fisik gedung yang sudah rusak  agar tetap terawat karena banyak sekali saat ini gedung peninggalan bung karno yang sudah tidak terawat lagi. Banyak masyarakat yang acuh tak acuh terhadap gedung itu padahal dengan gedung kita dapat mengingat perjuangan bung karno.

Nama     : Devi Kurniasih 
NPM     : 51211931
Kelas     : 1DF01

Pemanfaatan Energi Alternatif
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Matahari

Sekarang ini banyak pemanfaatan energi alternatif yang sangat berguna bagi seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini. Yang akan dibicarakan saat ini yaitu pembangkitan energi tenaga matahari, yang dimana salah satu negara sudah memanfaatkan energi matahari tersebut. Hal ini memberi dampak sangatlah positif uantuk membantu keperluan hidup sehari-hari. Pemanfaatan ini tidaklah banyak mengeluarkan biaya karena memanfaatkan energi tenaga surya matahari. Dapat diperoleh secara langsung dan efektif untuk dimanfaatkan.
Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua jenis polusi itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil.
Banyak sumber yang menyatakan energi matahari banyak dimanfaatkan untuk semua aktifitas makhluk hidup dimuka bumi ini. Beberapa topik yang disajikan bersumber dari data-data web side yang dibahas secara singkat, berisi, jelas dan menarik. Untuk itu sangatlah bermanfaat bagi seluruh para pembacanya.

Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari  mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.
Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari   grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit bumi, kalkulator  genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan   invester ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering. 

Tenaga listrik yang dimanfaatkan dari sumber tenaga panas matahari yang banyak dikembangkan disuluruh belahan dunia. Banyak yang berpikir secara kreatif untuk memanfaatkannya. Salah satu yang memanfaatkannya yaitu dinegara Jerman. Yang paling terbesar penggunaanya yaitu Olmedilla dan Spanyol. 
Jerman seremonial ditempatkan panel surya ke 560.000 th frame di pembangkit listrik Lieberose surya pada 20 Agustus. panel tunggal, 53 MW Lieberose telah menjadi terbesar kedua pembangkit listrik surya di dunia (yang terbesar adalah 60 MW pembangkit di Olmedilla, Spanyol ).
lingkungan bisnis, First Solar dan pasangan itu dalam usaha itu, Juwi Holding AG, berhasil menjaga proyek di trek. Fasilitas surya harus mulai menghasilkan listrik akhir tahun ini, ketika semua 700.000 panel berada di tempat. 


Perusahaan memperkirakan bahwa tanaman akan menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dari beberapa 15.000 rumah tangga, sekaligus mengurangi jumlah CO2 yang dihasilkan oleh 35.000 ton per tahun. Selain itu, proyek ini dibangun di atas pangkalan militer Rusia di darat mantan penuh dengan amunisi hidup dan limbah kimia. Para mitra surya yang digunakan detektor logam untuk menyapu daerah itu dan kembali ratusan kerang, seperti pada gambar inset di atas.

Kaca-kaca besar mengkonsetrasikan cahaya matahari ke satu garis atau titik. Panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap panas. Tekanan uap panas yang tinggi digunakan untuk menjalankan turbin yang menghasilkan listrik. Di wilayah yang disinari matahari, Pembangkit Listrik Tenaga matahari dapat menjamin pembagian besar produksi listrik. Berdasarkan proyeksi dari tingkat arus hanya 354MW, pada tahun 2015 kapasitas total pemasangan pembangkit tenaga panas matahari akan melampaui 5000 MW. Pada tahun 2020, tambahan kapasitas akan naik pada tingkat sampai 4500 MW setiap tahunnya dan total pemasangan kapasitas tenaga panas matahari di seluruh dunia dapat mencapai hampir 30.000 MW- cukup untuk memberikan daya untuk 30 juta rumah.


Manfaat:
Tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM), hanya menggunakan sinar matahari yang gratis, sehingga dapat dimanfaatkan didaerah terpencil.Dipasang secara individual (satu rumah satu system) sehingga jika rumah berjauhan sekalipun tidak memerlukan jaringan kabel distribusi, dan gangguan pada satu system tidak mengganggu system lainnya.
Energi matahari membuat dirinya tersedia dalam berbagai jenis bentuk tidak langsung seperti halnya dalam bentuk cahaya yang menerpa permukaan bumi. Bentuk – bentuk ini termasuk energi kimia yang disimpan melalui fotosintesi tanaman; eneri siklus hidrologi; eneri angin, ombak, dan arus pantai; dan energi yang diwakili oleh perbedaan temperature antara air laut dalam dan dangkal (penurunan thermal laut)  
Tidak ada cara menyediakan energy secara sempurna bebas dari pertanggung jawaban lingkungan, tetapi tingkat kebebasan dari mereka tentunya menjadi kriteria penting dalam pilihan masyarakat diantara sumber – sumber energi alternatif.
Tentunya, inti dilemma energi dalam jangka panjang adalah peran ganda energi dalam ekonomi dan lingkungan; penggunaan energi adalah keduanya sebuah unsur pokok mahluk hidup, sebagaimana halnya pergerakan utama masyarakat industri, dan perlakuan utama terhadap mahluk hidup, melalui penurunan layanan lingkungan yang masyarakat industri tidak dapat menggantinya

Penulis:
Okta Ermayanti (55211446)
Devi Kurniasih  (51211931)
Kelas IDFO1

Refensi: